Pages

Selasa, 28 September 2010

Sekolah tidak Penting??

Maaf untuk semua , Bukan maksud buat nge-FLAME atau sebagainya
Tapi cuman sekedar buah pikiran ku sebagai anak sekolahan yg agak kurang "sreg" sama sistem pendidikan di negerti kita tercinta ini . Aku berfikir, banyak anak-anak yang bolos di tengah jam sekolah, main game di tempat tongkrongan atau cabut gara gara bosen sekolah bahkan melakukan hal-hal lain yang menurut ku itu adalah sebuah simbolisasi bahwa ada sesuatu yang salah dalam system pendidikan, oleh karena itu harus ada suatu perubahan system di negerti kita tercinta

Menurut aku ada dua
alasan mendasar yang menyebabkan ini semua, mari kita bahas bersama sama

KITA DIDIDIK BUAT PINTER , BUKAN BUAT TERAMPIL DAN KREATIF

Kalau menurutku sebenernya system yang di atas itu TIDAK BENAR, mengapa bisa begitu? Karena pintar dalam teori bukan menjamin kita menjadi Individu yang terampil dan kreatif. Sekarang coba lihat negeri kita banyak orang pintar yang hanya bisa mengkritisi namun sama sekali tidak bisa merealisasikan apa yang telah di kritisi dan di koar koarkan itu, apalagi untuk sekedar merealisasikannya di terapkan dalam dirinya sendiri pun tidak. Ya beginilah yang ada di negeri kita dan sudah menjadi rahasia umum di negeri kita tercinta ini. Aku juga ada sedikit cerita yang bersangkutan tentang system di atas, ini kejadian yang ngalamin kakak temenku sendiri begini ceritanya silahkan disimak.

Kakak temanku kan mau magang di perusahaan otomotif Daimler Chrysler Corporation, berhubung itu perusahaan yang bagus, jadi ada test masuk seperti biasanya gitu, singkat cerita , Kakak temanku sampe ke seleksi terakhir dan tersisa 2 orang terakhir yang terpilih. Pas juri atau tim penilai lihat di CV kepunyaan Kakak temanku itu di dalam CV nya ada tulisan “PENGALAMAN KERJA : Ketua Panitia Badminton Se- RT” , dan apa yang terjadi? Kakak temanku langsung diterima karena dianggap bisa memanage sesuatu walaupun kecil sekalipun

Kalian tau apa makna dan kesimpulan dari cerita diatas? Makna dan kesimpulannya adalah bahwa adakalanya orang melihat apa yang bias kita lakukan dalam kehidupan dan bukan latar belakang nilai atau sebagainya.

2. KEBANYAKAN TEORI DAN TIDAK SESUAI MINAT
Menurut aku pribadi dan mungkin teman teman sekalian sependapat masalah ini adalah masalah yang sering membuat kita para siswa kurang nyaman dan membuat bete untuk mengikuti mata pelajaran yang bersangkutan. Kenapa kok bisa pelajaran kita terlalu banyak ? Kata pak Menteri Pendidikan, Supaya standarnya bisa naik. Tapi bagi para sekolah alasan ini bukannya malah bikin kita tambah pinter dan menaikan standar ,malahan banyak diantara kita yang berontak dan gak semangat buat ngikutinnya contohnya membolos saat jam pelajaran sedang berlangsung, pura pura sakit dan ke UKS ataupun masuk kelas namun mainan HP, tidak focus dan bahkan ditinggal tidur. Nah untuk masalah system di atas aku juga ada cerita tentang itu, tapi kali ini sumbernya dari temenku yang kebetulan baru aja dating ke Indonesia dalam rangka pertukaran pelajar dan ini masih anget angetnya baru aja kemarin, Beginilah ceritanya silahkan di simak dan di resapi ya teman teman :

Temenku dateng langsung dari Amerika, dia sebenernya sudah kelas 3 SMA ,Namun supaya sama dengan kurikulum di Indonesia, dia jadi mundur ke kelas 1 SMA. Temenku anak pertukaran pelajar ini pinter banget secara juga dia lolos tes pertukaran pelajar walaupun hanya ke Indonesia. Dalam pelajaran matematika dia sangat mengusasai, biologinya wah tidak diragukan lagi soalnya kata dia cita citanya menjadi Dokter, untuk bahasa indonesia lumayan lancer walaupun masih dengan logat Amerikanya, tapi pas mendapat pelajaran geografi , nilainya anjlok drastic dan sepertinya dia tidak bisa, Aku langsung bertanya Tanya dan bingung namun aku diam aja dan kusimpan dalam hati. Pagi harinya Aku langsung Tanya kepadanya "Loh kok bisa nilai geografimu amburadul ? Terus dia langsung jawab "Aku belajar ginian(geografi) baru kali ini, susah banget ngikutin pelajaran ini, untuk pelajaran di amerika itu cuma sedikit, aku bebas milih pelajaran yang memang aku mau dan yang aku mau lanjutin di Universitas nanti, , walaupun ada mata pelajaran wajib yang harus aku ikutin (matematika) aku gak pernah nyentuh dan bahkan mempelajari yang namanya geografi atau mata pelajaran IPS lainnya. makanya ancur banget nilaiku" dia jawab dengan nada bule dan agak kaku patah patah.

Apa makna dan maksud dari cerita di atas? Beginilah sedikit gambaran makna dan maksud cerita di atas menurut versi ku, Di Amerika aja yg negara maju dan sangat besar yang menghasiljkan SDM luar biasa hebat, mata pelajaran di sana tidak perlu banyak-banyak, dan mereka cukup belajar dan memperdalam apa yang mereka mau dan ingin diperdalam di universitas jadi belajarnya terpusat, dengan maksud mereka tau bakalan jadi apa mereka di masa depan nanti.

Inspired from KASKUS

2 komentar: